Palmer Luckey, pendiri kontraktor pertahanan AS Anduril, memposting gambar dengan keterangan di media sosial pada hari Jumat, mengklaim bahwa "tidak yakin J-35 China mengukur kesepakatan nyata." Pernyataannya dengan cepat memicu perdebatan di platform sosial internasional, dengan beberapa netizen mengejek komentarnya. Mengutip insiden Januari 2022 di mana F-35C Angkatan Laut AS jatuh ke laut saat mendarat di USS Carl Vinson, seorang netizen dengan sinis berkata, "Yah, sebagai permulaan, itu tidak memiliki kemampuan kapal selam F-35C." Seorang pakar urusan militer juga mengatakan kepada Global Times pada hari Jumat bahwa kata-kata dan perbuatan Luckey tidak lebih dari seni pertunjukan, yang menunjukkan kurangnya dedikasi profesional.